Dan apabila mulut membisu,
tutupan mata menyusuri,
tatkala telinga mendengar riuh rendah kehidupan,
pada keadaan lemah dan penat,
menarik nafas mendalam,
melayan tiupan angin menyentuhku lalu pergi,
dan bermula perbicaraan sendiri,
kerutan dahi menampakkan dirinya,
lalu ketegangan saluran-saluran pemikiran,
segalaya menjalankan fungsinya,
namun tidak tampak yang hanya pada alam itu,
ku tetapkan diri statik,
tidak kira kejadian nyata,
bcampur-campur jenis-jenis emosi,
yang xbisa dihuraikan,
saat kaku itu yang termampu,
dan terus bisu.


